
Presiden Prabowo Subianto menanggapi santai merosotnya nilai tukar rupiah yang kini menembus angka Rp17.592 per dolar AS. Menurutnya, kepanikan pasar global ini tidak mencerminkan kondisi riil masyarakat di akar rumput.
“Rupiah begini, dolar begini… Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan? Pangan aman, energi aman. Banyak negara panik, Indonesia masih oke,” ujar Prabowo di sela peresmian Museum Marsinah, Nganjuk, Sabtu (16/5).
Prabowo meminta publik menghentikan narasi menakut-nakuti bahwa Indonesia akan segera kolaps atau chaos. Bagi beliau, ketahanan nasional yang sesungguhnya berada pada stabilitas perut rakyat—yakni sektor pangan dan energi—bukan pada grafik mata uang asing.
Sentilan Menohok untuk Elite “Palsu”
Tak hanya bicara makroekonomi, Prabowo memanfaatkan momen ini untuk menyentil keras para elite politik yang dinilainya sering amnesia terhadap rakyat setelah mendapat kursi.
“Banyak unsur pimpinan teriak-teriak NKRI, tapi begitu punya kekuasaan tidak berpihak kepada bangsa sendiri,” kritik kerasnya. Beliau memuji loyalitas rakyat kecil yang justru tetap teguh menjaga negara tanpa banyak tuntutan.
Meski data penutupan pasar mencatat rupiah sempat tertekan di level Rp17.614 (Jumat, 15/5) sebelum parkir di Rp17.592 (Sabtu, 16/5), sinyal dari istana sudah jelas: fokus pemerintah adalah mengamankan dapur masyarakat desa, bukan ikut panik bersama Wall Street.
link video:
by: Gilang Alfaraby Reza Erlangga (D1E023008)
